Nikamatnya Seks Dengan Anak SMA
Aku
mengenalnya tanpa sengaja, waktu itu hujan deras mengguyur Jakarta.
Kukendarai mobilku hati-hati, karena memang pandangan amat terbatas.
Sebuah metro mini mendadak memotong haluan, aku benar-benar kaget,
secara reflek kuinjak rem dan tangan kiri mengubah persneling ke gigi
netral sambil membanting stir ke kiri, nyaris menghantam trotoar. Sambil
bersungut kulihat metro mini yang sudah demikian penuh mengambil
penumpang, aku hanya tertegun memperhatikannya. Saat hendak menjalankan
mobil, perneling masuk gigi satu, kulihatseorang gadis melambaikan
tangan, segera kembali rem kuinjak, gadis berpakaian putih-putih itu
langsung masuk ke mobil. "Numpang ya mas..?" katanya. Aku tersenyum dan
mengangguk, "Kehujanan..?" tanyaku sekenanya.
![]() |
| Nikamatnya Seks Dengan Anak SMA |
Akhirnya kami berkenalan, "Nama saya Putri..." ia menyebut namanya sambil kami berjabat tangan.
"Saya Harnoto..." aku pun memperkenalkan diri.
Setelah
berbasa-basi sana-sini sambil menanyakan tempat tinggal dan sebagainya,
ternyata diatinggal di sekitar Kranji. Sepanjang jalan kulirik gadis
itu yang ternyata masih kelas tiga SMA, tubuhnya yang terbungkus baju
basah agak menggigil, blouse-nya melekat memperlihatkan bra dan isinya
yang ukurannya lumayan.
Sampai di
Kranji, Putri turun dan melambaikan tangannya. Aku pun menggenjot pedal
gas tanpa pernah memikirkannya lagi. Delapan hari setalah pertemuan
itu, aku tengah berbelanja kebutuhan anak-anakku, susu, pasta gigi,
sabun, dan sebagainya, maklumlah istriku telah meninggal setahun lalu
karena penyakit. Kini aku adalah bapak sekaligus ibu bagi ketiga anakku
yang masih kecil-kecil. Yang tertua baru kelas 1 SD.
Saat antri di kasir, tiba-tiba terdengat suara ringan memanggil namaku, "Mas Harnoto.."
Aku menoleh dan tersenyum, lupa-lupa ingat pada seorang cewek dengan t-shirt dan jeans-nya. "Aku Putri.., lupa ya..?"
Sambil berusaha keras mengingat, aku masih tersenyum, akhirnya aku ingat, ini anak SMA yangkehujanan seminggu lalu.
Singkat
cerita kami kembali bersamaan, kali ini Putri lebih banyak ngobrol
tentang berbagai hal, aku hanya menjadi pendengar setia.
Saat mendekati rumahnya, Putri mempersilakan mampir, tapi aku menggeleng, "Lain kali..," ujarku basa-basi.
"Mas... lusa aku pesta perpisahan sekolah, boleh dong mas anterin..?" pandangannya begitu memohon.
Akhirnya aku mengiyakan.
Sore
sekitar pukul 18:30, aku menunggu Putri di tempat yang dijanjikan,
karena jalan ke rumahnya tidak mungkin dilalui mobil. Aku berpakaian
sepantasnya dan Putri mengenakan gaun malam ungu, tampak begitu dewasa.
Belahan lehernya yang agak dalam membuat dua bukit kembarnya tersembul
apabila dia salah posisi. Diam-diam jantungku berdegup melihat semua
itu. Pesta perpisahan berlagsung meriah, meski aku kurang bisa menimati,
tapi aku duduk bertahan sampai selesai.
Sekitar pukur 23:00, acara selesai. Putri mengajakku pulang.
"Acaranya menarik nggak..?" tanya Putri lincah.
Aku hanya tersenyum menatapnya.
"Anak-anak nggak apa-apa ditinggal, maaf ya ngrepotin..." kembali Putri berkata lincah, aku masih tersenyum.
"Mas, jalan-jalan dulu yuk..!" ajak putri.
"Udah malem, mau kemana..?" aku terus-terang jadi bingung.
"Muter-muter aja..!" pintanya lagi, "Sambil ngobrol..."
Kupikir, daripada sumpek, kuiyakan ajakannya.
Kuarahkan mobil menuju jalan tol Jakarta-Cikampek.
Begitu melewati pintu gerbang, "Ke Purwakarta aja mas..!" Putri memutuskan.
Aku mengangguk. Kami berbagi cerita tentang kehidupan kami sehari-hari.
"Berat ya beban mas, ditinggali tiga anak." ujarnya pelan, meyakinkan.
Aku
hanya menarik nafas mengingat istri tercinta yang telah tiada. Putri
memilih-milih CD dan akhirnya memuttar koleksi lagu-lagu kenangan Rafika
Duri.
Kira-kira mendekati
Cibitung, putri merebahkan kepalanya ke pundakku, kurasakan kelembutan
rambutnya yang lebat. Putri memiliki paduan badan yang seimbang, dengan
tinggi 165 cm dan berat 50 kg, sungguh ideal, bibirnya agak tebal dan
bentuknya melengkung ke bawah. Kurasakan aroma keharuman tubuhnya. Entah
darimana mulanya, tiba-tiba tangan kriku telah merengkuh pundaknya.
Kubelai pipinya yang halus, sementara tangan kanan tetap memegang stir.
Putri tersenyum, dalam keremangan nampak begitu indah tatapan sendu
matanya. Putri semakin dalam membenamkan kepalanya ke pundakku,
tangannya tersandar di paha kiriku.
Setelah
setahun lebih tidak berdekatan dengan wanita, gelora dadaku tidak lagi
tertahankan, jantungku berdegup amat keras tidak beraturan dan celanaku
semakin terasa sesak. Putri kembali tersenyum.
Tanpa
kuduga, tiba-tiba Putri mengecup pipiku, "Aku mengagumi mas.. sejak
pertama ketemu." katanya lirih, amat dekat di telingaku, sehingga dengus
nafasnya begitu dekat di pipiku.
Batinku semakin tidak
menentu, kembali aku dikejutkan oleh gesekan lembut tangan Putri tepat
di alat vitalku yang terbungkus rapat.
Aku kaget saat Putri tertawa kecil, "Udah kelamaan ya..?"
Dia
terus mengelus-elus alat vitalku yang kian mengeras. Tangan kiriku
tiba-tiba punya keberanian untuk menyentuh tonjolan di dada kiri Putri,
bra yang keras membuatku penasaran.
"Sebetantar..." kata Putri.
Dia
merapikan duduknya, menyondongkan tubuhnya ke depan dan tangannya
bergerak ke belakang. Melihat gerakan ini aku belum mengerti apa
maksudnya. Saat dia melepas bra-nya dan melempar ke jok belakang,
barulah aku memahami semuanya. Tanpa tunggu lebih lama lagi, aku
langsung merengkuh pundaknya dan tanganku menyelusup ke dalam gaun
ungunya, hatiku bergetar saat menyentuh tonjolan daging empuk di dada
Putri. Kuremas pelan-pelan sambil sesekali memelintir puting yang kecil
dan lembut.
Aku terkaget-kaget
saat tiba-tiba Putri melepaskan ikat pinggangku, melemparnya ke jok
belakang, menyingkap kemejaku dan kemudian membuka resliting celanaku.
Mobil kupacu pelan dan kuarahkan ke lajur kiri, jantungku terus
berdegup. Apalagi saat tangan lembut Putri menyerobot batang vitalku dan
mengeluarkannya, tangan kirinya membimbing tangan kiriku agar terus ke
bawah. Dengan segala ketrampilan, jemariku menyentuh bulu-bulu lebut
dibalik CD Putri, mengelusnya
sambil
menahan nafas. Putri menggelinjang kegelian, tangan kanannya terus
meremas halus batang vitalku. Mendadak sebuah gerakan tidak terduga
dilakukan Putri, kepalanya menuju ke arah batang vitalku, aku kaget,
kugeser tempat duduk, dan kustel agak merebah sandarankursiku, sambil
terus menyetir, kuatur agar kepala Putri leluasa di pangkuanku. Aku
tidak mau kepalanya yang indah tersenggol stir.
Pelan-pelan
Putri mengecup, melumat dan menyedot batang vitalku, sambil kaki tetap
menginjak pedal gas, pantatku bergerak seirama sedotan mulut Putri,
tangan kiriku berpindah-pindah antarapayudara yang lembut namun kenyal
dan selipan di kedua pahanya. Mobil masil meluncur menuju arah
Purwakarta, makin lama sedotan Putri semakin liar, bajuku berantakan,
gaun Putri juga tersingkap tidak karuan. Putri terus melumat, menjilat
dan menyedot batang vitalku yang kian mengeras, desahan nafasnya dan
degup jantungku berpacu bak kuda balap. Putri terus menyedot, sementara
jemari kiriku menari-nari di selangkangan Putri. Putri mendesah, seiring
mulaibasahnya selangkangan, batang vitalku pun mengeras. Aku terus
memelintir klitoris, dan jemariku menyusup semakin dalam.
Putri
merapatkan kedua kakinya, mulutnya terus mengulum dan menyedot.
Tiba-tiba Putri mendesah dan menggigit batang vitalku, aku kaget.
"Maaf..!" ujarnya.
Rupanya
dia telah orgasme. Kembali Putri mengulum batang vitalku, pinggangku
pun bergerak turunnaik, mengikuti sedotan Putri. Kira-kira melewati
Karawang barat, aku merasakan desakan hebat di batang vitalku, segera
kutarik kepala Putri, kulumat bibirnya, sambil tetap berusaha
mendapatkan pandangan arah depan, agar tidak menabrak.
Jemari
lembut Putri kini mengambil alih tugas mulutnya, mengocok batang
kemaluanku yang telah licin. Pantatku naik karena desakan dari dalam,
isyarat ini ditangkap putri dengan respon merapatkan dadanya dan gerak
tangan kanannya semakin keras berirama, namun tetap lembut. Tak lama
kemudian menyemburlah cairan bahan manusia dari batang vitalku. Putri
menggenggam batang vitalku erat-erat agar tidak bertaburan kemana-mana,
dan aku pun lunglai. Putri tersenyum, memandangku, menyambar tissue dan
mulai mengelap batang vitalku yang basah, juga perutku dantangannya.
Putri terus sibuk mengelap dengan tissue seraya tersenyum padaku.
"Terima kasih... Putri..," desahku sambil mengecup keningnya.
Putri
tersenyum, mengecup batang kemaluanku sekali dan membereskan celana
serta bajuku. Saat melihat gerbang tol Cikampek, Putri segera membenahi
gaunnya dan duduk manis di jok kiri. Keluar pintu gerbang, aku memutar
arah untuk masuk gerbang lagi. Putri tersenyum, melihat keheranannya
penjaga gerbang tol, aku pun tersenyum sambil berpandangan.
Melewati
jalan tol, kembali Putri merebahkan kepalanya ke pundakku. Sejak itu,
kami seringmelakukan petualangan kenikmatan sepanjang jalan tol, di atas
Grand Civic-ku. Indah sekali.
SEHAT POKER.COM AGEN POKER TERPERCAYA DAN AGEN POKER TERBAIK DENGAN UANG ASLI INDONESIA
AGEN POKER AGEN POKER ONLINE AGEN POKER TERPERCAYA
WWW.SEHATPOKER.COM
5 Permian Dalam 1 ID [Poker + DOMINO99 + CAPSA SUSUN + ADU Q + BANDAR Q]
100% Member vs Member
Deposit & Withdraw = Rp 20.000,- [Proses Cepat]
Promo Sehatpoker :
- Bonus Member Baru 10%,
-Bonus Refrensi Sebesar 15%,
- Bonus Rollingan Sebesar 0.3% (Setiap Hari Senin)
DAFTAR DISINI : KLIK!!
Info Selanjutnya bisa hubungi kami di
Pin BB : 2B22B43B
Yahoo Massenger : Sehatpoker88@yahoo.com
Skype : Sehat.poker88
No Tlpn : +855966787159
Posted by : SEHAT POKER
SEHAT POKER.COM AGEN POKER TERPERCAYA DAN AGEN POKER TERBAIK DENGAN UANG ASLI INDONESIA
AGEN POKER AGEN POKER ONLINE AGEN POKER TERPERCAYA
WWW.SEHATPOKER.COM
5 Permian Dalam 1 ID [Poker + DOMINO99 + CAPSA SUSUN + ADU Q + BANDAR Q]
100% Member vs Member
Deposit & Withdraw = Rp 20.000,- [Proses Cepat]
Promo Sehatpoker :
- Bonus Member Baru 10%,
-Bonus Refrensi Sebesar 15%,
- Bonus Rollingan Sebesar 0.3% (Setiap Hari Senin)
DAFTAR DISINI : KLIK!!
Info Selanjutnya bisa hubungi kami di
Pin BB : 2B22B43B
Yahoo Massenger : Sehatpoker88@yahoo.com
Skype : Sehat.poker88
No Tlpn : +855966787159


Tidak ada komentar:
Posting Komentar